Ketika Si Ganteng Sakit….
Januari 1st, 2010 by Widi AstutiSaya hanya bisa menangis..saya tidak bisa melakukan apa-apa ketika dia menjerit-jerit kesakitan. Saya tidak tega melihat tangan mungilnya ditusuk jarum infus. Hanif Ibrahim, anak kami tercinta yang paling ganteng harus opname. Hari itu tanggal 27 Oktober 2009 ….Hanif baru berusia 10 bulan tapi sudah merasakan opname karena diare, tentu saja saya sangat sedih.
Awalnya Hanif hanya mencret biasa, mungkin karena memasukan apa saja ke mulutnya (fase oral). Kemudian mencretnya semakin cair seperti ingus dan BAB semakin sering. Semalaman sebelumnya dia nangis rewel, tidak tidur, mingkin merasakam perutnya sakit. Hanif anak pertama kami, baru kali ini Hanif seperti itu. Saya sangat cemas, khawatir….sampai siang Hanif masih mencret padahal sudah dikasih oralit dan teh kental. Akhirnya saya telephon suami yang waktu itu masih di kantor agar segera ijin pulang untuk mengantar Hanif ke dokter. Kami pergi ke salah satu rumah sakit swasta terbaik di kota kami (Salatiga). Kami menemui dokter spesialis anak….dan ternyata saat itu juga Hanif harus opname….saya kaget luar biasa dan…hanya bisa menangis.
Waktu itu tanggal tua…untungnya Perusahaan suami sudah kerjasama dengan rumah sakit tersebut, semua biaya ditanggung perusahaan, jadi saya sudah tidak usah mikir biaya rumah sakit. Tentu saja ini sangat menolong. Andai saya masih juga mikir biaya rawat inap pasti tambah sedih lagi. Saya bersyukur diberi fasilitas berobat dan rawat inap gratis. Saya sadar masih banyak saudara-saudara kita yang masih kesulitan mendapatkan fasilitas kesehatan. Semoga saya bisa selalu menjadi Hamba yang bersyukur dalam kondisi apapun.
Malam pertama di RS Hanif rewel, nangis terus. Meski ruang VIP Utama tapi bagi saya seperti penjara. Saya begadang semalaman ngeloni menenangkan Hanif. Malam kedua Hanif sudah tidak serewel malam pertama…dia sudah bisa tidur, saya juga bisa istirahat sejenak, tetangga kamar sebelah pun bisa agak tenang beristirahat tanpa suara tangis Hanif yang menyayat hati.
Hari ketiga Hanif sudah agak tenang, tapi diarenya masih agak sering. Hari ke-4, ke-5, ke-6 feces Hanif masih agak cair. Akhirnya setelah satu minggu dirawat di RS Hanif diijinkan pulang….alhamdulillah. Saya berpamitan dengan perawat, cleaning service, dan tetangga kamar sebelah, saya minta maaf jika merepotkan mereka.
Ini adalah pengalaman berharga bagi saya, pengalaman pertama mendampingi si kecil sakit hingga opname. Hanif jadi agak kurus pasca diare, makannya agak susah. Semoga opname ini menjadi pengalaman pertama dan terakhir bagi Hanif….amiiiin. Ya Alloh…anugerahilah Hanif kesehatan selalu…lindungi dia…jadikanlah dia anak soleh penyejuk mata, pelipur lara, pembawa nama harum bagi keluarga dan agama…amin….
